Report Abuse

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa di kala Masyarakat Stay at Home gegara Korona.


Dikarenakan mengantisipasi penyebaran virus korona, lantas warga Indonesia membuat gerakan diam di rumah nggak ngapa-ngapain. Buat pekerja, mahasiswa, pelajar, pekerja lepas, atau instansi yang meliburkan atau memindahkan aktivitas menjadi jarak jauh sih oke-oke saja, tetapi toh ada juga kantor yang belum memindahkan aktivitas kerja menjadi jarak jauh. Ada juga kampus-kampus yang belum memindahkan pembelajaran ke sistem online dengan berbagai alasan. Ada juga pekerjaan-pekerjaan yang susah untuk dilakukan jarak jauh seperti kedai kopi, rumah makan, atau minimarket.

Mereka yang harus tetap beraktivitas inilah yang masih rawan terpapar virus, tetapi mau bagaimana lagi? Kalau aktivitas-aktivitas atau pekerjaan yang tidak bisa dilakukan jarak jauh ini harus berhenti, tentu akan merepotkan mereka yang bisa stay at home juga. Bayangkan saja kalau minimarket tutup. Gimana bisa beli indomie rasa ayam bawang? Bayangkan kalau rumah makan tutup, mau makan di mana? Bayangkan kalau warung-warung tutup, mau belanja kebutuhan masak di mana?
Bayangkan juga kalau para ojek online juga memutuskan stay at home, bagaimana kaum yang stay at home order makanan?

Well, makanya di balik suka duka kegiatan stay at home ini, banyak sekali pahlawan-pahlawan tanpa tanda jasa yang rela tetap beraktivitas demi kelancaran agenda stay at home kalian.

Related Posts